Menjemput Makna di Sidratul Muntaha: Refleksi Isra Mi’raj 1447 H bagi Mahasiswa Generasi Z

Bagikan :

Jum’at,16 Januari 2026 | 27 Rajab 1447 H

PONOROGO – Tepat pada tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia kembali mengenang peristiwa maha agung, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Di tengah hiruk-pikuk jadwal kuliah semester genap dan dinamika organisasi yang padat, momen ini menjadi Fase spiritual bagi mahasiswa untuk sejenak berhenti dan menoleh pada esensi jati diri mereka.

Perjalanan Vertikal di Tengah Kesibukan Horizontal Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) hingga menembus lapisan langit menuju Sidratul Muntaha (Mi’raj) bukan sekadar narasi sejarah. Bagi kalangan aktivis mahasiswa, peristiwa ini dimaknai sebagai keseimbangan antara hubungan sesama manusia (horizontal) dan hubungan dengan Sang Pencipta (vertikal).Shalat: “Mi’raj” sebagai Solusi Mental HealthSalah satu poin utama peringatan ini adalah perintah shalat lima waktu. Di era tahun 2026, di mana isu mental health atau kesehatan mental menjadi perhatian utama mahasiswa, shalat dinilai sebagai bentuk mediasi paling efektif.

* Koneksi: Shalat menghubungkan hamba dengan Pencipta tanpa perantara.

* Disiplin: Ketepatan waktu shalat melatih manajemen waktu mahasiswa.

* Ketentangan: Gerakan dan bacaan shalat memberikan efek relaksasi di tengah tekanan tugas akhir.

Transformasi Karakter Mahasiswa di Era Digital Peringatan 27 Rajab 1447 H ini juga menjadi ajakan bagi mahasiswa untuk memiliki sifat Shiddiq (jujur) seperti Abu Bakar Ash-Siddiq dalam merespons peristiwa Isra Mi’raj. Di zaman penuh disinformasi dan AI, integritas dalam bersikap dan kejujuran dalam mengerjakan karya ilmiah menjadi bentuk nyata “Mi’raj” intelektual mahasiswa.

“Ilmu tanpa iman adalah buta, iman tanpa ilmu adalah lumpuh. Isra Mi’raj adalah titik temu di mana akal tunduk pada wahyu, namun tetap mendorong manusia untuk terus berpikir.” diharapkan mahasiswa tidak hanya melihat Isra Mi’raj sebagai hari libur nasional semata. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk melakukan “perjalanan” ke dalam diri sendiri, memperbaiki kualitas ibadah, dan meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Semoga semangat perjalanan agung ini senantiasa menerangi setiap langkah perjuangan kita di bangku perkuliahan.

Berita Terkait